News and Articles

Jumat, 01 Februari 2013

Sinopsis Novel: Mas Mantri Menjenguk Tuhan


Mas Mantri, tokoh imajiner ciptaan Ahmad Tohari. Ia memang piawai dalam menggali informasi banyak hal. Ia dapat merekam realitas sosial, nilai-nilai ketuhanan secara apik, meskipun disampaikan dengan bahasa dan filosofi yang sederhana ala wong ndeso. Mas Mantri Menjenguk Tuhan merupakan kumpulan kolom Ahmad Tohari di harian Suara Merdeka dan terbit sekitar pada masa periode akhir pemerintahan Orde Baru. Meskipun ditulis beberapa tahun yang silam buku ini tetap masih relevan dan layak dibaca pada zaman mana pun. Tergantung bagaimana sudut pandang Anda saat membacanya.

Ahmad Tohari memang senang berkontemplasi dan merenung. Terlihat dari tulisan-tulisannya. Ada tokoh-tokoh imajiner namun sangat kuat sehingga dapat menjelaskan realitas secara transparan dan detail. Ia senang menyapa pembacanya dengan masalah-masalah aktual tentang kehidupan sosial.
Tentu saja latar belakang dirinya sebagai santri dan budayawan sungguh sangat kentara dan jarang terlewatkan. Ia menyajikan cerita layaknya penulisan dan penceritaan sebuah cerita pendek. Sehingga banyak sekali perwatakan tokoh yang dapat dirasakan langsung oleh pembacanya. Ada Mas Mantri yang arif dan bijaksana, Den Besus, Kang Martopacul, Mbak Nyus, dan nama-nama lainnya yang seakan ingin mewakili sejumlah segmen yang mewakili strata sosial masyarakat, lengkap dengan latar belakang sosial dan karakter masing-masing. Beberapa merupakan penjelmaan dari keragaman watak kebanyakan orang asli Indonesia, terutama mereka yang berada di strata bawah. Ahmad Tohari di sini bermain dengan bahasanya, dan menjelaskan ironi di dalam masyarakat dengan teaterikal yang menawan.

Ahmad Tohari menyapa pembacanya dengan berbagai masalah aktual dalam kehidupan sehari-hari, masalah ketuhanan, keimanan, makna ibadah, hingga kepekaan agama. Dan bukan hanya itu pada bagian lainnya ia juga mengupas tuntas etos politik dan kebangsaan. Ia membicarakan substansi politik, etos sosial masyarakat dan menggambarkan berbagai fenomena sosial masyarakat yang masyarakat di sekitar kita. Terakhir ia pun mengupas etos budaya dan egoisme. Dengan sangat mengalir ia gambarkan fenomena budaya main-main, menggambarkan bias antara cinta dan birahi dan fenomena lainnya. Pembaca diajak Ahmad Tohari untuk menjenguk Tuhan bersama tokoh-tokoh imajiner yang diciptakannya. Tokoh-tokoh yang sangat dekat sekali dengan kehidupan kita. Dan tokoh-tokoh itu beberapa dari mereka mungkin kita pernah mengenal atau menyapanya. Selamat membaca dan berkenalan dengan Mas Mantri dan kawan-kawannya.[]

Temukan artikel-artikel menarik tentang ke-Indonesia-an dan lokalitas hanya di www.ahmadtohari.com.
Jangan lupa tinggalkan jejak jempol manismu disini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar